Ini adalah sebuah catatan pemikiran yang saya buat ketika saya menikmati senja dalam keheningan .
Sajak Hening Dalam Senja
Senja tlah menyingsing tinggalkan senja buta,
Tinggalkan bulan yang perlahan bersinar nyala,
Seperti kasih tak sampai yang abadi semesta,
Yang bertemu jika berhembus tiupan sangkakala,
Tinggalkan bulan yang perlahan bersinar nyala,
Seperti kasih tak sampai yang abadi semesta,
Yang bertemu jika berhembus tiupan sangkakala,
Seonggok mayat hidup berjalan sempoyongan,
Tertempa habis oleh gempuran tetes hujan,
Nurani yang dulu dibangun tlah terpendam jauh nian,
Keputusasaan adalah tanah pengubur tak terelakkan,
Tertempa habis oleh gempuran tetes hujan,
Nurani yang dulu dibangun tlah terpendam jauh nian,
Keputusasaan adalah tanah pengubur tak terelakkan,
Sepasang bocah menyusuri lampu kota,
Berpijak tanpa rasa beban dan putus asa,
Mengharap pundi ribuan mengalir di jemarinya,
Jelas tak sepadan dengan peluh diatas pelipis mata,
Berpijak tanpa rasa beban dan putus asa,
Mengharap pundi ribuan mengalir di jemarinya,
Jelas tak sepadan dengan peluh diatas pelipis mata,
Seorang kekasih menunggu derap waktu,
Bayangkan semua memori masa yang berlalu,
Dengan derasnya melodi air mata syahdu,
Diiringi doa untuk kekasihnya yang temui pencipta waktu,
Bayangkan semua memori masa yang berlalu,
Dengan derasnya melodi air mata syahdu,
Diiringi doa untuk kekasihnya yang temui pencipta waktu,
Keragaman ini menghiasi tiap waktu dunia,
Keragaman ini menciptakan pengalaman manusia,
Keragaman ini mempunyai sejentik hal yang berbeda,
Keragaman tercipta dari Yang Maha Kuasa,
Keragaman ini menciptakan pengalaman manusia,
Keragaman ini mempunyai sejentik hal yang berbeda,
Keragaman tercipta dari Yang Maha Kuasa,
Persetan jika manusia jahiliah berkata tentang panutan yang dimilikinya,
Persetan bagi manusia yang katakan "sangat benar" panutannya,
Persetan bagi manusia yang nyatakan perang adalah jawaban atas segalanya,
Persetan bagi manusia yang nyatakan membunuh adalah benar demi agama,
Persetan bagi manusia yang katakan "sangat benar" panutannya,
Persetan bagi manusia yang nyatakan perang adalah jawaban atas segalanya,
Persetan bagi manusia yang nyatakan membunuh adalah benar demi agama,
Keragaman ajarkan kita saling berbagi kasih satu sama lain,
Keragaman membuat kita saling melengkapi satu sama lain,
Keragaman membuat kita saling mempelajari pribadi satu sama lain,
Keragaman diciptakan agar kita menyadari kekurangan dan kelebihan satu sama lain
Keragaman membuat kita saling melengkapi satu sama lain,
Keragaman membuat kita saling mempelajari pribadi satu sama lain,
Keragaman diciptakan agar kita menyadari kekurangan dan kelebihan satu sama lain
By : S.A.M.
Catatan ini muncul begitu saja,disini saya melampiaskan pemikiran saya yang kecewa melihat realitas dalam kehidupan bermasyarakat.
Banyak terdapat orang yang putus asa dalam menjalani hidup hanya karena lapangan pekerjaan.Anak kecil di bawah umur yang menjalani kejamnya jalanan sehigga masa senangnya direnggut.Seorang wanita yang menangis sepanjang hari karena kekasihnya telah meninggal,padahal kehormatannya telah direnggut darinya oleh sang kekasih.
Perbedaan dalam menjalani kehidupan ini menimbulkan adanya perbedaan dalam kehidupan seseorang,tidak bisa kita memaksakan suatu ideologi apapun,agama apapun,dst terhadap seseorang .
Karena Tuhan memang menciptakan kita berbeda satu sama lain agar kita dapat belajar.

