Pagi hari ini menyapa saya yang memacu motor menuju kampus seperti hari biasa . Sesaat terlintas pemikiran tentang sesuatu, konflik yang semakin membakar dalam negeri ini . Peran pemerintah seakan hanya seruan kosong belaka . Tkw yang semakin menderita di negara orang , rasanya tak sebanding dengan koruptor yang senantiasa mengantongi pundi jahanam ke karung mereka .
Bhinneka Tunggal Ika , kata - kata tersebut juga sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat kita . Mulai dari desa , kampung , kelompok suporter , kelompok musik , sampai pemerintah tak lepas dari konflik ini . Dalam segmen ini saya akan membahas segmen yang sederhana , SUPORTER SEPAKBOLA
Sumber : aremaindonesia.net
Sebagai warga perbatasan Surabaya - Sidoarjo , sudah pasti saya menjadi suporter PERSEBAYA . Namun , saya begitu miris ketika mendengar para supporter adu "ketangkasan" dengan cara menjotos supporter lain . Sepertinya media terlalu mengintimidasi bonek , dengan selalu menimpakan biang kerusuhan adalah para maniak sepakbola ini . Padahal , tak selalu sama dengan faktanya . Supporter lain juga sama hal nya , terlalu diintimidasi oleh media .
Adu "ketangkasan" antar supporter baik beda klub atau sama klub hampir terjadi setiap ada pertandingan . Sebenarnya apasih yang menjadi seluk beluk terjadinya kericuhan ini?
Sumber : sentilansentulun.blogspot.com
Seharusnya tidak perlu ada kejadian seperti ini . Kita harus bisa memaknai Bhinneka Tunggal Ika yang merasuk di hembusan nafas tiap insan di Nusantara ini . Kita memang diciptakan berbeda satu sama lain , kelompok yang berbeda , suporter yang berbeda .
Apakah menarik jika suatu pertandingan hanya mempunyai warna yang sama di tribun penonton ?
Apakah menarik jika suatu pertandingan ditonton dengan rasa was -was karena takut adanya percekcokan?
Apakah menarik jika suatu pertandingan ditonton dengan rasa was -was karena takut adanya percekcokan?
Kita semua , baik pendukung Persebaya (Bonekmania),Persib (Viking,Bobotoh),Arema (Aremania),Persija (The Jak),dll ,bukankah kita duduk sama rendah , berdiri di tanah Nusantara yang sama , menghirup udara Nusantara yang sama , memperjuangkan warna yang sama yaitu sang saka Merah Putih .
Kita hidup dalam perbedaan , tetapi , dalam berbedaan itulah kita akan bersatu . Hal itulah yang membuat para leluhur kita dapat bangkit dan berjuang melawan bengisnya penjajahan . Mereka pasti menangis jika mengetahui bendera Merah Putih tercoreng oleh bendera kelompok - kelompok yang kita buat.
Kita seharusnya sadar semua yang kita teriakkan , kita hancurkan , kita cemooh , kita permasalahkan , hanya akan membuat kehancuran Nusantara kita ,
Bukankah jika kita membangun Nusantara ini dengan Bondo Nekat , sekuat Singo Edan , dan menyatukan semua suara rakyat, Negara Tercinta kita akan terbangun lebih baik lagi ?
Bukankah jika kita melihat pertandingan dengan sorak sorai yang ramah dan warna yang beragam juga akan lebih menarik ?
Bukankah jika kita melihat pertandingan dengan sorak sorai yang ramah dan warna yang beragam juga akan lebih menarik ?
Perbedaan memang sulit diterima , Perbedaan menjadi pertentangan jika intimidasi memang membahana ,
Tapi , hidup dalam perbedaan dalam kebersamaan yang tentram , kenikmatannya bagai menikmati jagung bakar bersama kawan - kawan pada waktu dunia akan berakhir ...
Bhinneka Tunggal Ika
Berbeda - Beda Tetapi Satu Jua
Salam Satu Nyali , Satu Jiwa ,Satu Bangsa , Indonesia
Salam Satu Nyali , Satu Jiwa ,Satu Bangsa , Indonesia


No comments:
Post a Comment